Ada Jajanan Tradisional dan Modern di Festival Kampung Cempluk ke-13, Kades Kalisongo: Kami Terus Berbenah

Selain pertunjukan seni dan kebudayaan, dalam Festival Kampung Cempluk ke-13 ini, ada satu hal yang menarik perhatian untuk diselami. Hal ini mengenai keberadaan jajan pasar tradisional yang dijual oleh warga desa Kalisongo yang mulai jarang ditemukan. Tak hanya itu, pemandangan menarik lain disebabkan oleh jajanan modern yang dijajakan berdampingan dengan aneka jajan pasar seperti lupis, cenil, ketan, kue putu dan sebagainya.

19 Sep 2023 - 18:30
Ada Jajanan Tradisional dan Modern di Festival Kampung Cempluk ke-13, Kades Kalisongo: Kami Terus Berbenah
Kemeriahan bazar kuliner Festival Kampung Cempluk dengan berbagai sajian tradisional dan modern (Foto : Hafid/SJP)

Kabupaten Malang, SJP - Festival Kampung Cempluk ke-13 di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mengusung tema tradisional sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Selain pertunjukan seni dan kebudayaan, dalam festival kali ini, ada satu hal yang menarik perhatian untuk diselami. Hal ini mengenai keberadaan jajan pasar tradisional yang dijual oleh warga desa Kalisongo yang mulai jarang ditemukan.

Tak hanya itu, pemandangan menarik lain disebabkan oleh jajanan modern yang dijajakan berdampingan dengan aneka jajan pasar seperti lupis, cenil, ketan, kue putu dan sebagainya.

Dalam kaitannya dengan konsep asal Festival Kampung Cempluk yakni pelestarian kebudayaan tradisional mulai dari kesenian tradisi hingga sajian kuliner tradisional sudah semestinya menjadi sebuah hal wajib bagi para peserta festival.

Namun demikian, pada kenyataannya jumlah pedagang jajanan modern justru tampak lebih mendominasi dibandingkan dengan jumlah pedagang jajan pasar tradisional yang mulai langka.

Menanggapi hal ini, Siswanto Kepala Desa Kalisongo mengatakan bahwa pihak desa dan panitia terus mengupayakan agar pada pelaksanaan festival Kampung Cempluk mendatang di tiap tahunnya, hal ini dapat lebih menjadi perhatian.

"Kami terus berbenah untuk dapat menjadikan festival Kampung Cempluk ini  berjalan sesuai konsep awalnya, yakni mengusung tema tradisional dan tempo dulu. Termasuk dalam hal ini mengenai jajanan yang dijual oleh warga," ungkapnya.

Namun demikian, festival Kampung Cempluk bagaimanapun mendatangkan keuntungan ekonomi bagi pedagang dan warga setempat.

Diwawancarai oleh suarajatimpost, seorang penjual jajan pasar yang merupakan warga asli Kalisongo mengaku kedatangan banyak pembeli.

"Alhamdulillah lumayan ramai, karena kan jarang ada jajan pasar seperti ini kalau sehari-hari," ujarnya.

Di sisi lain, penjual jajanan modern juga tak kalah senang sebab naiknya omzet dalam Festival Kampung Cempluk ini.

Salah satunya adalah penjual Korean Street Food yang mengaku berhasil menjual nyaris puluhan porsi dalam rentang waktu beberapa jam saja terhitung sejak pukul 17.00 hingga 23.00 di hari kedua Festival Kampung Cempluk.

"Cukup ramai, laku puluhan porsi," ujarnya.

Tak hanya itu, para warga dan pengunjung juga antusias dalam berlangsungnya gelaran ini.

Seperti dikatakan oleh Actalia, bahwa dirinya mengaku bangga sebagai warga Desa Kalisongo yang mampu mewujudkan nilai gotong royong dalam persiapan festival ini.

"Sangat bangga dan senang akan antusiasme warga dan pengunjung. Saya harap acara ini bisa terus ada sebagai bentuk pelestarian budaya tradisional," ujar mahasiswi Universitas Negeri Malang ini.

Menanggapi tentang keberadaan jajanan modern di festival yang mengusung konsep tradisional ini, Actalia juga berharap agar mendatang lebih dikedepankan menu-menu kuliner tradisional sebagai bentuk konsistensi terhadap konsep festival Kampung Cempluk.

"Harapan saya, mendatang agar lebih dikedepankan dan diperbanyak lagi sajian tradisional, untuk mengenalkan makanan tradisional dan kebudayaan tradisional yang mulai punah kepada generasi muda dan masyarakat secara umum," pungkasnya. (*)

Editor: Queen Ve

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow